Aku bertemu jodohku melalui sosial media

Di jaman sekarang yang semuanya serba modern dan didukung dengan teknologi canggih, tentunya sangat memudahkan kita untuk melakukan sesuatu dari manapun, kapanpun dan apapun. Entah sekedar mecari pekerjaan atau penghasilan tambahan, berbelanja, dan Salah satunya mencari jodoh atau sekedar mencari teman ngobrol melalui media online.

Di sini aku mau sedikit bercerita ni tentang pengalaman aku yang bertemu suami melalui aplikasi online dating. Mungkin temen-temen sedikit banyak sering mendengar tentang aplikasi-aplikasi online dating atau bahkan sudah pernah mencoba menggunakan salah satu aplikasinya. Ada beberapa aplikasi online dating yang saya tau, seperti chatous, badoo, tinder, bee talk, dan mungkin masih banyak aplikasi lain yang teman-teman tau. Dan sesekali saya pun mencoba menggunakan aplikasi tersebut dengan bujukan teman, yaa sekedar untuk cari temen-temen ngobrol aja ketika rasa jenuh di tempat kerja melanda ( soalnya aku kerja dan tinggal di klinik standby 7 hari/24 jam, jadi setiap harinya hanya bertemu rekan-rekan yang sama-sama kerja di klinik tersebut), hingga pada tahun 2019 saya bertemu dengan jodoh saya lewat perantara salah satu aplikasi dating ini (sebut saja badoo).

Namun awal kita berkomunikasi sebenernya bermula dari Direct Message Instagram, tanggal 12 maret 2019 “Assalamualaikum, aku ngeliat profil kamu di badoo. Aku fathan dari depok, salam kenal.” Dan ku jawab “waalaikumsalam”. (di dalem hati sebenarnya aku juga agak bingung, perasaan udah ga pernah main badoo lagi selama 1 tahunan, tapi ternyata walaupun sudah tidak aktif bermain badoo profil kita tetap bisa dilihat oleh semua orang) . okee,,,, awalnya kita juga hanya sekedar say hello doang sampai akhirnya pernah sekali setelah komentar tentang sebuah postingan di instagram entah kenapa obrolan kita mengarah ke arah keinginan kita yang sama-sama ingin menikah (yaa walaupun sambil agak dibercandain sih obrolan ini). setelah itu kita jarang komunikasi lagi, sampai akhirnya tanggal 21 maret 2019 suami berniat datang menemui saya, oleh sebab itu Bersambunglah komunikasi kita via whatsapp.
Setelah kita bertukar nomor whatsapp, tanggal 22 maret 2019 kita bertemu pertama kalinya. Suamiku datang ke klinik tempat aku tinggal di daerah Gunung Sindur. Kesan pertama ketemu suami, orangnya cukup baik. Setelah  itu komunikasi kita jadi lebih sering. Sampai akhirnya suami mengutarakan niatnya untuk menikah tahun ini di bulan November. Dan akupun memiliki keinginan untuk segera menikah. Akhirnya kita sama-sama ngejalanin hubungan ini ke arah yang lebih serius.

Tanggal 2 Juni 2019 waktu bulan Ramadhan, pertama kalinya aku dikenalin ke orangtuanya. Setelah itu Tanggal 1 september 2019 kita memutuskan untuk melakukan lamaran di kediamanku dan taggal 09 November 2019 (tanggal cantik loohhhh 91119) suamiku mengucapkan ijab qabul dengan Bapakku sekaligus kita melangsungkan resepsi pernikahan di Djembar Venue Bogor

Mungkin temen-temen banyak yang bertanya ko bisa sih seyakin itu sama orang yang baru dikenal? Kalau dia laki-laki ga baik gimana? Atau pertanyaan lain yang ada dibenak temen-temen. Dan sebenernya pertanyaan-pertanyaan seperti ini sudah banyak ditanya oleh orang-orang terdekat, berkali-kali mereka meyakinkan aku atas keputusan yang aku pilih, dengan pertimbangan banyaknya perbedaan karakter dan sifat antara aku dan suami. Belum lagi konflik-konflik yang terjadi selama menyiapkan pernikahan dan berulang kalipun aku konsultasi sama orang-orang yang menurutku sudah lebih berpengalaman dan dewasa tentunya untuk meyakinkan diri atas keputusan yang akan aku pilih. Memang banyak hal yang sebenarnya terjadi selama kita menuju pernikahan, keraguan pasti ada. Tapi aku juga yakin Allah yang sudah menggerakan hati dan fikiran sehingga mengubah keraguan itu menjadi sebuah keyakinan yang kuat. Percaya deh temen-temen ketika kita pasrahkan semuanya kepada Allah, maka Allah akan memberikan lebih dari apa yang kita minta.











Comments